Senin, 22 Juni 2015

Christo Confixus Cruci

 Dalam keheningan, aku dapat memahami kemanakah arah hidupku. Terkadang aku pun dapat menemukan ide-ide yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain dan diriku sendiri. Tetapi kupercaya bahwa itu bukan aku. Diriku hanyalah sebagai alat penyambung lidah Allah sendiri. Otakku, mulutku, lidahku, tanganku, hatiku, dan apapun itu.
Talenta. Talenta yang kumiliki adalah mampu mengasah diri untuk semakin peka dan membuka hatiku terhadap suara-Nya yang Agung. Karena ku percaya tanpa-Nya aku bukanlah apa-apa. Dalam imanku, aku berpikir bahwa seperti seorang ilmuwan, menurutku ia telah diberikan bisikan dari-Nya mengenai dunia ini.
Kupercaya akan penyelenggaraan ilahi di dunia ini. Sungguh kupercaya. Aku akan menyerahkan seluruh kehidupanku hanya kepada-Nya (Christo Cofixus Sum Cruci, Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.)
Dengan perikop ini, hidupku terasa lebih indah. I give my all of my heart, mind, and anything into your hand God.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar