Dalam keheningan, aku dapat memahami kemanakah arah
hidupku. Terkadang aku pun dapat menemukan ide-ide yang bermanfaat bagi kehidupan
orang lain dan diriku sendiri. Tetapi kupercaya bahwa itu bukan aku. Diriku
hanyalah sebagai alat penyambung lidah Allah sendiri. Otakku, mulutku, lidahku,
tanganku, hatiku, dan apapun itu.
Talenta. Talenta yang kumiliki adalah mampu mengasah
diri untuk semakin peka dan membuka hatiku terhadap suara-Nya yang Agung. Karena
ku percaya tanpa-Nya aku bukanlah apa-apa. Dalam imanku, aku berpikir bahwa
seperti seorang ilmuwan, menurutku ia telah diberikan bisikan dari-Nya mengenai
dunia ini.
Kupercaya akan penyelenggaraan ilahi di dunia ini.
Sungguh kupercaya. Aku akan menyerahkan seluruh kehidupanku hanya kepada-Nya
(Christo Cofixus Sum Cruci, Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku
sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku
yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang
telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.)
Dengan perikop ini, hidupku terasa lebih indah. I give my all of my
heart, mind, and anything into your hand God.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar