Jumat, 01 April 2016

Hati yang Hancur
Dipulihkan Kembali
Karya : Basilius Renal Abimanyu Palumpun

Kutemukan seorang gadis
Gadis itu manis, cantik, dan pemberani
Kupandangi dia, kudekati dia
Ah betapa bahagia
Saking bahagianya, aku lupa dengan risiko
Risiko jatuh yang akan menimpaku
Aku terlalu bahagia dengan pendekatan itu
Aku lupa dia kan gadis yang pasti menarik hati banyak kaum pria
Dan akhirnya, apa yang tidak diharapkan itu terjadi

Gading pun retak
Hati ini bagai diremukkan dalam penggilingan padi
Hancur, bersisa kepingan debu, teroles dalam batinku
Pikiran ini tak tenang,
Lemparan-lemparan joke yang biasa bisa kulempar kembali kini lenyap
Lenyap tak menyisakan setitik bayang pun dalam pelupuk mata
Aku tak fokus
Fokus itu terpecah
Ingin kuberteriak sekencang-kencangnya
Kuhempaskan tubuhku ke tanah
Berteriak
Melompat
Dan berlari

Titik air hujan bagai merindukan bumi
Mata ini seperti tak dapat menahan genangannya
Basah
Kantung mata ini mengendur
Tidak, hati ini masih dapat menahannya
Namun, sungguh sakit

Tak ada dalam benakku ingin memiliki dia
Yang ada dalam benakku hanya ingin mendekati dia tanpa obsesi memiliki dia
Tapi mengapa hati ini sakit ketika melihat ia bermesraan dengan yang lain?
Egois, aku egois,
Nicht, perasaan manusiawi ini tak dapat aku bendung
Aliran sungai air cinta ini terlalu mengalir begitu deras
Aku tak gelap mata,
Menaksir seorang gadis saja,
Tapi melihatnya bersama orang lain?
Di depan mataku sendiri
Adakah lebih hancur selain padi di dalam penggiling?

Aku tak tau apa yang harus kulakukan
Aku bingung
Aku tak bisa sebaik dia
Aku jatuh
Biarlah Sang Pemilik hati ini mengobati lukaku ini

Kudiam
Kutemukan jawabannya
Inilah jawabannya



Sleman, 1 April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar