Hati yang Hancur
Dipulihkan Kembali
Karya
: Basilius Renal Abimanyu Palumpun
Kutemukan seorang gadis
Gadis itu manis, cantik, dan pemberani
Kupandangi dia, kudekati dia
Ah betapa bahagia
Saking bahagianya, aku lupa dengan risiko
Risiko jatuh yang akan menimpaku
Aku terlalu bahagia dengan pendekatan itu
Aku lupa dia kan gadis yang pasti menarik hati banyak
kaum pria
Dan akhirnya, apa yang tidak diharapkan itu terjadi
Gading pun retak
Hati ini bagai diremukkan dalam penggilingan padi
Hancur, bersisa kepingan debu, teroles dalam batinku
Pikiran ini tak tenang,
Lemparan-lemparan joke yang biasa bisa kulempar
kembali kini lenyap
Lenyap tak menyisakan setitik bayang pun dalam pelupuk
mata
Aku tak fokus
Fokus itu terpecah
Ingin kuberteriak sekencang-kencangnya
Kuhempaskan tubuhku ke tanah
Berteriak
Melompat
Dan berlari
Titik air hujan bagai merindukan bumi
Mata ini seperti tak dapat menahan genangannya
Basah
Kantung mata ini mengendur
Tidak, hati ini masih dapat menahannya
Namun, sungguh sakit
Tak ada dalam benakku ingin memiliki dia
Yang ada dalam benakku hanya ingin mendekati dia tanpa
obsesi memiliki dia
Tapi mengapa hati ini sakit ketika melihat ia
bermesraan dengan yang lain?
Egois, aku egois,
Nicht, perasaan manusiawi ini tak dapat aku bendung
Aliran sungai air cinta ini terlalu mengalir begitu
deras
Aku tak gelap mata,
Menaksir seorang gadis saja,
Tapi melihatnya bersama orang lain?
Di depan mataku sendiri
Adakah lebih hancur selain padi di dalam penggiling?
Aku tak tau apa yang harus kulakukan
Aku bingung
Aku tak bisa sebaik dia
Aku jatuh
Biarlah Sang Pemilik hati ini mengobati lukaku ini
Kudiam
Kutemukan jawabannya
Inilah jawabannya
Sleman, 1 April
2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar